Pages

Jumat, 01 Juni 2012

Survey : Pendidikan Prasekolah

Dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Pendidikan, saya melakukan sebuah survey mengenai Pendidikan Prasekolah. Survey ini berisikan 6 buah pertanyaan yang telah diisi oleh sekitar 50 orang mahasiswa/i Universitas Sumatera Utara fakultas Psikologi angkatan 2011. Hasilnya adalah sebagai berikut :


  • Pendidikan prasekolah adalah wajib bagi anak sebelum mengikuti pendidikan dasar



Setuju
24
46.15%
Netral
21
40.38%
Tidak Setuju
7
13.46%




  • Pola belajar dalam pendidikan  prasekolah dapat mempengaruhi anak saat masuk ke sekolah dasar

Setuju
42
8077%
Netral
9
17.31%
Tidak Setuju
1
1.92%


  • Anak yang mengalami pendidikan prasekolah lebih cerdas dari anak yang tidak mengikutinya

Setuju
9
17.31%
Netral
27
51.92%
Tidak Setuju
16
30.77%


  • Bermain sambil belajar merupakan cara yang paling bagus dalam pendidikan prasekolah

Setuju
51
98.08%
Netral
1
1.92%
Tidak Setuju
0
00.00%


  • Pembentukan karakter anak adalah hal paling penting yang harus dicapai dalam pendidikan prasekolah

Setuju
37
71.15%
Netral
12
23.08%
Tidak Setuju
3
5.77%


  • Pelaksanaan pendidikan anak prasekolah di Indonesia telah mencapai tahap yang efisien

Setuju
7
13.46%
Netral
29
55.77%
Tidak Setuju
16
30.77%



Melalui data pada tabel diatas, dapat dikatakan bahwa cukup banyak responden yang setuju bahwa pendidikan prasekolah wajib dilakukan sebelum mengikuti pendidikan dasar, namun banyak juga yang bersikap netral terhadap pernyataan tersebut. Selain itu, sekitar 80% lebih koresponden setuju bahwa pola belajar dalam pendidikan  prasekolah dapat mempengaruhi anak saat masuk ke sekolah dasar, disini seperti apa belajar yang diajarkan oleh guru akan mempengaruhi anak kelak. 


Sekitar 50% lebih responden bersikap netral terhadap pernyataan apakah anak yang mengikuti pendidikan prasekolah lebih cerdas daripada anak yang tidak mengikuti pendidikan tersebut. Sebagian besar responden juga setuju bahwa pembentukan karakter anak adalah hal paling penting yang harus dicapai dalam pendidikan prasekolah serta bermain sambil belajar merupakan cara yang paling bagus dalam pendidikan prasekola dan sekitar 55% responden bersikap netral mengenai apakah pelaksanaan pendidikan anak prasekolah di Indonesia telah mencapai tahap yang efisien.


Dengan pendidikan prasekolah, anak dapat dipersiapkan untuk mengikuti pendidikan dasar kelak, bagik dari segi sosial, kognitif, dll. Pola belajar yang dilakukan pun dapat mempengaruhi anak bagaimana ia belajar dan cara dalam menyikapi suatu masalah.  Bermain belajar adalah salah satu pola beljar yang baik untuk dilakukan, dimana anak tidak perlu dituntut untuk belajar dan berpikir keras, melainkan dapat mengasah kemampuan kognitifnya melalui permainan-permainan yang diberikan, sehingga anak dapat menyerap ilmu dengan senang. Melalui pendidikan prasekolah, karakter anak dapat dibentuk sejak dini agar dapat mengembangkan potensinya sesuai dengan moral yang berlaku dalam masyarakat.

Namun, tidak selamanya anak yang mengikuti pendidikan prasekolah lebih cerdas dari anak yang tidak mengikutinya, karena ada faktor lain yang mempengaruhi seperti, kemampuan anak itu sendiri, lingkungan, pola asuh orangtua, dll. Selain itu, pengadaan pendidikan prasekolah belum cukup efisien di Indonesia karena belum merata dan kurangnya pengetahuan masyarakat akan pendidikan prasekolah tersebut.



Testimonial :

Pada awalnya, pengerjaan tugas ini saya kira akan sulit, tapi setelah dilakukan ternyata tidak sesulit yang saya duga, karna ternyata cukup mudah untuk dipelajari.
Kelebihan survey online ini ialah penghematan biaya karna tidak perlu menggunakan kertas dan tidak perlu dicetak. Selain itu, survey juga dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja dengan menggunakan internet. Kelebihan lainnya ialah peneliti dapat memiliki responden yang cukup besar hanya dengan memberi link saja tanpa perlu mendatangi responden.

Namun, hal ini juga memiliki kelemahan, yaitu saat mengerjakan tugas ini, ada begitu banyak survey yang harus diisi, sehingga menyebabkan lupa link mana saja yang telah diisi yang berujung pada pengisian survey yang sama sebanyak 2 kali bahkan lebih. selain itu, bisa saja saat responden tidak teliti menghasilkan survey yang tidak komplit (incomplete result)



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar